Festival Bay in Ternate, Moluccas Jailolo

May 14th, 2012 by catur | No Comments | Filed in Eastern Indonesia, Maluku

The annual cultural event Jailolo Bay Festival (FTJ) was held back West Halmahera District (Halbar) again held on Monday (5/14/2012) this afternoon. The plan, FTJ beating drums opening ceremony this afternoon by the Governor of North Maluku, Thaib Armayin.

Located in the Port area Jailolo West Halmahera, North Maluku community has memadatinya since Sunday (13/05/2012) night. Activities entered into this 4-year theme of the Amazing of Golden Spice Island.

A variety of marine tourism potential and cultural adventure tours will include coloring this event. “FTJ packed more spectacular this year. Even FTJ is designed to break the record this year muri grilled fish that is currently held in Surabaya. Surabaya own record collecting grilled fish places along the 5.2 kilometers by the number of fish 8 tonnes, FTJ this year set the stage for fuel fish 6 miles, with a total of 10 tons of fish, “said Chairman of the Festival Bay Jailolo (FTJ) Abjan Sofya.

The plan of the Minister of Tourism and Creative Economic Affairs and Minister Mari Elka Pangestu Andy Mallaranggeng RI Youth Sports will be present at the event is also held to enliven international class event, Sail Morotai 2012.

A number of top officials in the two ministries is also scheduled to attend. In addition, officials Nine Provinces and Districts / Cities in North Maluku is also scheduled to take part. The rector of the leadership of the Bank, the Company up to the Sultan on the peninsula Moloku Kie Raha also enliven the event.

Jailolo Bay Festival this year predicted would be the most crowded FTJ, because at the same time the people and Government of West Halmahera district also hosts the provincial level activities that the Student Sports Week Regional Unity Day Motion PKK and North Maluku.

Sumber:

Tags: ,

Kiskendo Goa Exotic Java

May 14th, 2012 by catur | No Comments | Filed in Central Java, Java

In the Kendal district, Central Java, there is a cave called Goa Kiskendo. Goa is located 15 kilometers to the south of the town of Kendal, precisely located in the Village Trayu, Singorojo District, Kendal district, the unspoiled and beautiful panorama.

To go to Goa Kiskendo, visitors can ride a motorcycle or four wheel drive vehicles. Roads leading to the excellent location, an added value for visitors to enjoy the natural beauty of Goa Kiskendo.

If from the south, could be through the District Boja. Meanwhile, when through the north, visitors can be via the District Kaliwungu a distance of approximately eight kilometers.

During the journey to Goa Kiskendo, travelers will be treated the way up and down and winding with the beautiful scenery on either side, and the air is cool. The reason Kiskendo Goa is located on the plateau area with unspoiled natural environment and beautiful, so the main attraction.

Arriving at the site Kiskendo Goa, the visitor parking only cost Rp 5,000 per person. Once inside the cave, visitors will see the gate of the cave is so big and wide. Here, visitors will also find a large boulder, the composition of limestone stand tall cone-shaped cave floor (stalagmites) and bars are located on the limestone ceiling of the cave with a tapered tip down (stalactite).

With the stalagmites and stalactites add to the beauty of Goa Kiskendo. If you go deep into the cave, at the end of the cave, visitors will find a river that flows through the bowels of the earth. The water looks very clear, especially in the dry season, accompanied by the sound of gurgling water and the air around nan was cool, so as to make visitors feel at home to linger in the area of ​​the cave.

Besides Goa Kiskendo as the main cave, in the vicinity there are also small caves like Goa Lawang, the Hermitage Goa, Goa bailout, Goa and Goa Kampret kempul.

In the durian season, along the road before getting to the Goa cheaper tariffs, there is the famous delicious fruit vendor’s. The vendors were hawking wares durian fruit on the roadside with a panoramic view of teak forests, so for those buyers who ate the fruit in place, will add to the sensation.

In addition, other attractions not far from Goa is famous enough Kiskenda pemandaian Gonoharjo hot water. It is located in District Limbangan. The visitors, especially those who have skin diseases, can make use of hot water pemandaian those containing sulfur.

Tags:

Sesajen Petai Bakar di Gunung Salak

May 12th, 2012 by catur | No Comments | Filed in Java

BOGOR, INDONESIATRIBUNE.COM

Awan tebal atau kabut yang menyelimuti puncak Gunung Salak menjadi musuh utama tim evakuasi korban pesawat Sukhoi jatuh. Kabut tebal membatasi jarak pandang sehingga jasad korban tidak bisa diangkut. Kendala lainnya lokasi jatuhnya peswat berada di tebing terjal yang sulit dijangkau.

Seperti, kejadian Jumat sore. Komandan Landasan Udara Atang Sendjaya Marsekal Pertama Tabri Santoso terpaksa menghentikan upaya mengangkut empat kantong jenazah yang telah disiapkan di landasan helikopter di lokasi jatuhnya pesawat.

Tabri mengatakan, helikopter sangat berbahaya bila diterbangkan di tengah kabut tebal. Dikhawatirkan bisa kecelakaan.

Sejak Rabu, saat Sukhoi Superjet100 buatan Rusia jatuh di tebing Gunung Salak, Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kabut tebal selalu menyelimuti puncak gunung. Sebentar tersapu, namun sekejap lagi langsung tebal.

Kondisi inilah yang dikeluhkan tim evakuasi. “Semoga besok cuaca terang, agar heli bisa evakuasi dari lokasi,” kata Danlanud Atang Sendjaya Marsekal Pertama Tabri Santoso, Jumat lalu saat mengehntikan upaya evakuasi SAR udara.

Sabtu pagi, harapan serupa dilontarkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Sabtu (12/5/2012).

“Semoga cuaca terang. Mari kita doakan, kalau cuaca cerah, Isnya Allah evakuasi cepat beres,” kata Ahmad Heryawan, saat meninjau kegiatan aktivitas evakuasi di lapangan transit, Lapangan SMP Negeri 1 Cijeruk, Cipelang, Cijeruk Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Harapan Tabri, Ahmad Heryawan, dan tentu saja keluarga para korban Sukhoi jatuh itu, akhirnya terwujud. Tapi tahukah anda ada prosesi ritual-tradisional yang sesuai adat-istiadat warga kaki Gunung Salak di balik itu? Namanya tawasulan qubro.

Boleh percaya, boleh tidak. Namun ini kenyataan.

Sabtu pagi, mobil doble kabin, Mitsubishi Strada mengangkut sejumlah orang pemuka masyarakat Cipelang, Cijeruk. Bersama mereka, dibawa pula nasi tumpeng, dengan menu khusus petai bakar dan ikan pedak atau ikan kembung, juga dibakar.

“Saya baru membawa para pemuka masyarakat ke atas. Bawa nasi tumpeng dan sajen. Di atas akan diadakan ritual,” kata seorang anggota polisi dari Polsek Cijeruk.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cijeruk H Marsa Abdullah, membenarkan adanya doa dengan pendekatan ritual lokal.

Menurutnya, tumpengan digelar selain melanjutkan tradisi turun-temurun warga sekitar Gunung Salak, juga atas dukungan keluarga korban. Ada keluarga korban yang meminta nasihat orang pintar atau paranormal dari luar Cijeruk menganjurkan adanya acara ritual lokal.

“Tumpengan ini dilakukan, karena upaya sudah berhari-hari tapi mayat belum bisa dievakuasi semua. Kita khawatir masih ada yang diselimuti gaib, jadi kita berharap supaya dibukakan,” ujar Kiai Haji Marsa, ditemui Tribunnews.com di kediamannya di kampung Pasir Pogor, Cijeruk, Sabtu siang.

Lewat doa ini, katanya berharap, ada mukjizat, semoga masih ada penumpang yang hidup sehingga bisa bersaksi memberi keterangan soal musibah jatuhnya Sukhoi, sejak Rabu lalu. “Walaupun agak mustahil, 100 persen mati. Tapi itu usah-usaha saja,” kata laki-laki paruhbaya ini.

Saat ditemui Tribunnews.com, KH Marsa sedang menerima dua tamu, pemuka masyarakat Cijeruk. Salah satunya, Habib Mukhsin Barakbah, tinggal di kaki Gunung Salak, Kampung Palasari, Cijeruk.

“Itu usulan paranormal yang lain. Lalu mereka komunikasi ke saya. Ya saya pikir, kalau demi kebaikan, dan tidak kemusryikan, saya bersedia mengarahkan. Lalu dibikin tumpeng dengan menu petai bakar dan ikan bakar,” ujarnya.

“Dan kita berdoa, agar tim penyelamat pun selamat, tidak ada yang celaka,” sembari menyebut, Jordan, wartawan salahsatu media pun diduga sempat disesatkan makhluk gaib Gunung Salak.

Sabtu pagi, sedianya, KH Marsa yang akan mengantar tumpeng dan sajen petai-ikan bakar ke arah puncak, namanya Puncak Manik.

Namun dia mewakilkan kepada pemuka masyarakat lainnya karena Jumat malam dia dihubungi Bupati Bogor tidak pergi ke mana-mana, untuk menerima kunjungan Gubernur Jabar Ahmad Haryawan ke Cijeruk.

Lokasi doa dan membawa sajen untuk makhluk gaib Gunung Salak dilakukan di landasan helikopter memasok logistik kepada tim evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, atau di Posko 3.

“Sebenarnya di rumah pun tawasulan boleh, tetapi supaya lebih mantap, dilakukan di kawasan Gunung Salak,” ujarnya.

Biasanya, habis tawasulan, tumpang, dimakan semuanya orang yang terlibat. Dan tidak boleh dibuang.

Habib Mukhsin mengibaratkan tumpengan ini seperti syukuran atas kelahiran anak.

“Kalau dalam kelahiran anak ada penebusan nyawa, ada akekah. Dalam kelahiran laki-laki kan sunnahnya, dipotong dua kambing. Sedangkan untuk anak perempuan, satu kambing,” katanya.

Lalu kambing itu dipotong dan dimakan rame-rame, bukan roh gaib yang makan, tapi badan kita. Kalau roh-roh itu yang dikasi makan, atau nasinya dibuang, itu justru musryik,” kata Habib lagi.

“Usai tumpengan, terbukti cuaca terang, dan evakuasi bisa dilakukan hari ini,” apa artinya kaitannya ini?” tanya Tribun.

KH Marsa menjawab, “Sejak dulu ada isyarat. Ini bukan menyembah Gunung Salak, kita tidak boleh musryik, tidak ada Tuhan yang lain disembah. Kalau kemusryikan, menyembah selain Allah.”

Sumber: Tribunnews.com

Tags:

Bus Wisatawan Indonesia Kecelakaan di Perancis

May 11th, 2012 by catur | No Comments | Filed in Eropa, International

Perancis, Indonesiatribune.com

Bus rombongan wisatawan Indonesia mengalami kecelakaan di jalan tol di Perancis. Dalam peristiwa itu, belasan WNI mengalami luka-luka dan seorang penumpang meninggal dunia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera menelusuri informasi kecelakaan bus rombongan wisatawan Indonesia tersebut. Dalam peristiwa itu, belasan WNI mengalami luka-luka dan seorang penumpang meninggal dunia.

Kecelakaan ini terjadi pada Kamis (10/5/2012) malam waktu setempat, di wilayah Saint-Hilaire-sur-Puiseaux, dekat wilayah Montargis. Bus yang dimiliki oleh perusahaan Italia, Chiccarelli ini, membawa 12 orang penumpang.

Tidak dijelaskan pasti bagaimana dan apa penyebab kecelakaan. Namun dilaporkan bus ini sempat terbalik berulang kali di jalanan. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (11/5/2012).

Sebanyak 4 orang mengalami luka parah dalam insiden ini. Para korban dilarikan ke rumah sakit yang terletak di antara wilayah Montargis dan Orleans.

sumber berita

Tags:

Nikita Willy Akui Pacaran Sama Diego Michiels

May 7th, 2012 by catur | No Comments | Filed in Lifestyle

JAVA – Setelah heboh dengan rumor foto bobok bareng dan makan bersama di restoran, Nikita Willy selalu membantah kalau dia punya hubungan khusus dengan Diego Michiels.

Akhirnya, Nikita Willy tak membantah kalau dirinya dan pesepakbola Diego Michiels berpacaran. Namun Nikita Willy meminta agar kisah cintanya dengan Diego Michiels jangan terus menerus disorot.

“Kalau bisa enggak usah dibesar-besarkan deh, semua orang udah pada tahu,” bilang Nikita Willy saat ditemui di Studio dahSyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum lama ini.

Nikita Willy, bintang sinetron Putri Yang Ditukar ini memang tak segamblang Diego dalam membeberkan kisah cintanya.

Bahkan, meski Diego Michiels sudah mengakui memacari dirinya pada Januari 2012 lalu, Nikita Willy masih saja bungkam saat ditanya soal kapan menerima cinta pesepakbola yang pernah merumput di liga profesional Belanda bersama klub Go Ahead Eagles Deventer itu.

tabloidbintang.com

sumber

Tags:

Becce, Sang Buaya Yang Bisa Menangis

May 7th, 2012 by catur | No Comments | Filed in South Sulawesi, Sulawesi

SULAWESI – Empat tahun sudah, Aminah (45), bersama suaminya Nasram (46), hidup bersama seekor buaya. Pasangan suami istri ini, memelihara sang buaya yang mereka beri nama Becce, layaknya memelihara burung, ayam, atau kucing di dalam rumah.

Aminah, warga Jalan Liu Buloe, Kelurahan Lompoe, Bacukiki Barat, Parepare Sulawesi Selatan, itu memelihara Becce layaknya memelihara bayinya sendiri. Sejak bulan Juli, tahun 2008 lalu, Becce ditemukan di dekat sungai Karaja’e, tidak jauh dari rumah Aminah. Kala itu, Becce naik di badan jalan. Saat hendak dipukuli oleh sejumlah warga, lurah setempat mencegahnya.

Mendengar kabar itu, Aminah dan Nasram pun turut penasaran. Konon,  ketika melihat Aminah, Becce langsung mengeluarkan air mata, seakan meminta belas kasihan kepada Aminah.

Seketika itu pula, sejumlah warga yang melihat kejadian itu, tiba-tiba mengurungkan niat untuk membunuh Becce. “Waktu saya melihat Becce, dia langsung meneteskan air mata, seakan berkata, bawa aku pulang,” kata Aminah, sambil terus menyuapi Becce dengan udang, Senin (7/5/2012) pagi ini.

Akhirnya, sejumlah warga mengizinkan Aminah membawa Becce ke rumahnya. Saat itu Becce, masih berukuran satu meter. Aminah meyakini buaya yang dipeliharanya merupakan kembaran dari salah seorang anggota keluarganya. Itulah sebabnya dia tak segan memberlakukan buaya layaknya anak sendiri.

Setiap hari Aminah tak pernah lalai memberikan makan buaya. Dengan telaten dia menyuapkan udang, telur, dan daging ayam ke mulut buaya. Bukan itu saja, reptil buas itu juga dibuatkan tempat khusus di samping ranjang tidur keluarga. Apalagi buaya yang satu ini memang tidak pernah mengamuk, bahkan penurut.

Tribunnews

Tags: